Verstappen Membandingkan Dirinya dengan “Yang Terbaik dari Yang Terbaik”

236

iToday.co Max Verstappen datang ke dalam musim pertamanya di F1 membandingkan dirinya dengan yang terbaik dalam olahraga, daripada fokus untuk menjadi pemula teratas.

Max Verstappen mengatakan dia masuk kedalam musim pertamanya di F1 membandingkan dirinya tepat kepada yang terbaik dalam olahraga daripada fokus sebagai pembalap pemula tercepat.

Satu dari lima pengendara yang membuat debut F1 full-timenya di 2015, Verstappen dari Toro Rosso mencuri berita utama sebagai pengendara termuda yang memulai balapan F1 pada umur 17 tahun, sebelum akhirnya mencetak skor dalam hanya penampilan keduanya di Malaysia

Dari sini, Verstappen berkembang menjadi pencetak poin regular, memuncak dengan penyelesaian-penyelesaian posisi ke-empat di Hungaria dan Amerika dalam perjalanan menuju ke-12 keseluruhan. Mencetak 49 poin, Verstappen menduduki kursi tertinggi pemula pada akhir musim, 22 poin penuh dari Felipe Nasr Sauber dan 31 poin didepan dari rekan teman Toro Rosso, Carlos Sainz.

Tentu, walau Verstappen dibanding-bandingkan dengan teman pengendaranya di Toro Rosso, dia mengatakan dia datang ke dalam olahraga ini dengan aspirasi yang lebih besar.

“Aku tidak pernah membandingkan diriku dengan para pemula”, dia katakan kepada Sky Sports F1. “Ini sebenarnya bukan kejuaraan, tapi jelas selalu lebih baik rasanya berada diatas dan mencetak poin terbanyak. Namun kamu ingin membandingkan dirimu dengan yang terbaik dari yang terbaik dan itu sudah pasti adalah mereka yang lebih berpengalaman.”

Melihat kedepan, Verstappen – yang mana akan memasuki musim keduanya di F1 mengendarai Ferrari yang diperkuat Toro Rosso – mengatakan bahwa dia telah mengunci pandangannya pada bermacam-macam gelar-gelar dunia, menambahkan bahwa tidak masalah dengan tim mana dia meraih ini.

The Dutchman dipercaya telah menanda tangani kontrak jangka panjang Red Bull, walau sudah umum diketahui bahwa baik Mercedes dan Ferrari memiliki ketertarikan dalam merebutkan dia.

“Impian utamaku adalah untuk menjadi juara dunia. Dan bukan hanya sekali. Jadi itulah mimpiku dan tidak masalah dengan tim siapa.”

“tidak masalah menjalankan satu tahun lagi disini [di Toro Rosso] dan belajar banyak lagi karena kamu tidak akan pernah berhenti mengemban ilmu,” katanya. “perjalananku masih jauh dan aku masih sangat muda, jadi aku tidak punya masalah tinggal disini untuk setahun lagi.”