Sebuah Rumah Sakit di Yaman Dihantam Proyektil

223

iToday.co – Sedikitnya empat orang tewas dan 10 lainnya luka-luka ketika sebuah “proyektil” menghantam sebuah rumah sakit yang didukung oleh Medecins Sans Frontieres (MSF) di Yaman utara pada hari Minggu, menurut pernyataan dari organisasi.

Tiga dari mereka yang cedera adalah anggota MSF, dan dua berada dalam kondisi kritis, kata kelompok itu.

Beberapa bangunan roboh dan kemungkinan masih ada orang-orang yang terperangkap dalam reruntuhan, menurut MSF, yang juga dikenal sebagai Doctors Without Borders.

“Menurut staf kami di lapangan, pada pukul 9:20 pagi satu proyektil menggoncang Rumah Sakit Shiara di distrik Razeh, di mana MSF telah bekerja sejak November 2015,” menurut pernyataan tersebut.

“MSF tidak dapat mengkonfirmasi asal serangan itu,” kata pernyataan itu.

Yaman telah menjadi medan pertempuran kuasa untuk Arab Saudi dan Iran.

Minoritas Yaman Houthi, yang Syiah, mulai memberontak tahun lalu terhadap pemerintah Sunni yang dipimpin Presiden Abdu Rabu Mansour Hadi, yang didukung oleh Arab Saudi.

Houthi rebels control the capital Sanaa
Pemberontak Houthi mengontrol ibukota Sanaa

Arab Saudi pun ikut terlibat Maret lalu dengan meluncurkan serangan udara dalam mendukung Hadi melawan pemberontak di Yaman.

MSF mengatakan semua pihak yang bertikai, termasuk koalisi yang dipimpin Arab, mengetahui koordinat GPS fasilitas medis di Yaman dimana terdapat praktek dokter MSF.

“Tidak mungkin siapa pun dengan kemampuan untuk menjalankan serangan udara atau meluncurkan roket tidak akan tahu bahwa Rumah Sakit Shiara adalah fasilitas kesehatan yang berfungsi memberikan pelayanan kritis dan didukung oleh MSF,” kata Raquel Ayora, MSF direktur operasi.

“Pengeboman rumah sakit adalah pelanggaran hukum kemanusiaan internasional,” katanya.

10 bulan perang dan “pengeboman konstan” telah sangat mempengaruhi penduduk distrik Razeh, kata MSF.

Pada bulan Oktober, serangan udara AS di sebuah rumah sakit MSF di Afghanistan menewaskan 30 orang, termasuk staf dan pasien. AS meminta maaf kepada MSF dan mengatakan serangan udara di Kunduz tidak disengaja, hasil dari personil militer yang secara tidak sengaja membidik target yang salah – yakni bagian rumah sakit – yang mana seharusnya area terdekat dimana pejuang Taliban diyakini sedang adu tembak.