Beredarnya Persekusi di Medsos Kemungkinan Dikendalikan oleh Mesin

149

Jakarta, iToday.co – Koalisi Anti Persekusi menduga akun-akun yang memviralkan postingan korban persekusi di media sosial (medsos) adalah akun-akun palsu yang dikendalikan oleh satu orang atau mesin. Hal itu tampak dari cara kerja akun yang bertujuan untuk membentuk persepsi dan kemarahan publik.

Ketua Umum YLBHI Asfinawati membeberkan indikasi akun-akun yang dikendalikan oleh satu orang atau mesin tersebut. Ia mengambil beberapa contoh korban persekusi di media sosial pada periode 23-29 Mei yang terjadi di beberapa kota dan jaraknya berjauhan.

“Dalam waktu yang sangat rapat, ada sekelompok orang yang jaraknya bisa ribuan kilometer melakukan tindakan yang persis sama, menyasar grup yang sama,” kata Asfinawati di Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis 1 Juni 2017.

Akun-akun tersebut dituding sengaja memenggal postingan korban dan mereproduksi ulang untuk disebarkan secara luas. Tujuannya agar korban persekusi semakin tersudut.

“Ini yang sengaja dibuat untuk membangkitkan kemarahan dengan kata-kata perburuan yang penuh dengan intensi,” ujar Asfinawati.

Asfinawati bersama Koalisi Anti Persekusi meminta pemerintah dan kepolisian segera menghentikan persekusi ini. Koalisi Anti Persekusi juga meminta aparat segera menyelidiki seluruh pembajakan akun orang dengan maksud untuk memanaskan situasi.

“Siapa yang menjadi tokoh penggerak mesin ini? Kan tidak mungkin kalau kita lihat mereka bisa melakukan tindakan yang sangat cepat luas dalam waktu yang sangat singkat,” pungkas dia.