AS Mengebom Bangunan Penyimpanan Uang ISIS

382

iToday.co – Dalam sebuah serangan udara yang sangat tidak biasa, AS menjatuhkan bom hari Minggu kemarin di pusat Mosul, Irak, menghancurkan sebuah bangunan yang berisi sejumlah besar uang kas ISIS yang digunakan untuk membayar pasukannya dan untuk operasi yang sedang berlangsung, dua pejabat pertahanan AS mengatakan kepada CNN.

Para pejabat tidak bisa mengatakan dengan tepat berapa banyak uang yang ada atau dalam mata uang apa, tapi seseorang menggambarkannya dengan “jutaan.”

Dua bom 2.000 pon menghancurkan area tersebut dengan cepat. Namun dampak jangka lama mungkin bahkan lebih signifikan. Para pejabat mengatakan AS berencana untuk lebih mengincar sasaran keuangan seperti ini untuk mengambil kemampuan ISIS untuk berfungsi dalam entitas seperti-negara.

Ini adalah ekspansi yang mirip dengan daftar target seperti yang terjadi beberapa minggu yang lalu, ketika pesawat tempur AS mulai mneyerang truk minyak ISIS.

AS menganggap serangan Mosul sangat sensitif, sebagaiman bangunan tersebut berada di area di mana warga sipil juga terletak, dan ada resiko signifikan dari korban sipil.

Bomb aftermathPara pejabat tidak akan mengatakan bagaimana AS mendapat lokasinya. Tapi setelah mendapatkan informasi tentang apa yang disebut “koleksi uang kas dan titik distribusi,” pesawat AS dan drone memantau area tersebut selama beberapa hari mencoba untuk menentukan kapan jumlah paling sedikit warga sipil akan berada di area itu.

Karena warga sipil berada di dekatnya pada siang hari, dan personil ISIS yang bekerja di sana pada malam hari, maka keputusan dibuat menyerang saat fajar pada hari Minggu.

Komandan AS telah bersedia untuk mempertimbangkan hingga 50 korban sipil dari serangan udara karena pentingnya target. Tetapi penilaian pasca-serangan awal menunjukkan bahwa mungkin 5-7 orang tewas.

Dalam beberapa pekan terakhir, AS telah mengatakan akan menilai semua target pada kasus-per kasus dan mungkin lebih bersedia untuk mentolerir korban warga sipil untuk target yang lebih signifikan.